Just another WordPress.com site

Wellcome

You See My Work

Latest

PERSONAL INFORMATION

PERSONAL INFORMATION

 

     Hallo Friends I want to introduce my self, my name is Catur Danang Yuliantoro, you can call me Catur, I was born in Jakarta 21th July 1993 . I have graduated from 51 senior high school Jakarta Timur now I’m a student at Gunadarma University my major is Accounting 6th semester, the reason why I choose aaccounting because I want to be an a accountan. My hoby is playing volleyball,swimming,travelling and listening music.. My favorite band is Oasis and the best song i loved is “Stop Cryng Your Heart Out” and I am a person who love peace .

Every day I went to the campus use the motorcycle, My future  plans are, first I am going to improve english  and finish my study at gunadarma university and then I will try to do business because i want to be  entrepreneur,  i want to be make company  in a city which people need jobs.

I think that’s enough all about me,thanks for your attention .

 

I’m a student at Gunadarma University 

Subject: I’m 

Verb: a student 

Modifier place: Gunadarma University

 

 I graduated from SMA 51  

Subject : I

Verb : Graduated

Modifier : From SMA 51

 

I was born in Jakarta 21th July 1993

Subject: I

Verb: was born 

Modifier place: in Jakarta

i am a person who love peace

Subject: I am

Verb: a person
Complement :who loves peace

 

Every day i went to the campus use the motorcycle

Subject : I

Verb : Went

Modifier place : to the campus
Complement : use the motorcycle

Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) di Sulawesi Selatan

Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) di Sulawesi Selatan

Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) di Indonesia merupakan masalah yang sangat mengkhawatirkan. Terutama pada remaja-remaja saat ini yang makin dekat dengan narkoba. Karena posisi Indonesia sekarang ini tidak hanya sebagai daerah transit maupun pemasaran Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif, melainkan sudah menjadi daerah produsen Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah yang mengkonsumsi zat Adiktif (NAPZA). Penyalahgunaan narkoba di Sulawesi Selatan terjadi karena, 1)masih banyaknya problem masalah sosial, 2)masih rendahnya kemampuan ekonomi dari masyarakat masih rendah; 3)masih sulitnya membendung pengaruh-pengaruh yang timbul dari pergaulan di masyarakat terutama di usia remaja; 4)fasilitas belum memadai untuk rehabilitasi selama tiga tahun terakhir hanya mampu merehab tak kurang dari 100 orang; 5)belum adanya dukungan kelembagaan secara merata; 6)masih rendahnya penganggaran. Penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) di Sulawesi Selatan meningkat dari tahun ke tahun. Kasus penyalahgunaan narkoba mengalami pertumbuhan jumlah penyalahgunaan rata-rata 6% pertahun, yaitu tahun 2008 (103.849 penyalahguna), 2009 (110.999 penyalahguna), dan 2010 (121.773 penyalahguna), dan menjadi 125.730 penyalahguna (November 2011). Jika tidak tertangani dengan baik, maka akan meningkat menjadi 168.255 penyalahgunaan pada tahun 2015.

TUGAS 12 BAHASA INDONESIA : DRAFT KARANGAN ILMIAH

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang……………………………………………………………………………………

B. Maksud dan Tujuan……………………………………………………………………………..  

C. Landasan Hukum………………………………………………………………………………..  

D. Sistematika Penulisan…………………………………………………………………………..

 

BAB II. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

2.1 Visi……………………………………………………………………………………………….  

2.2 Misi……………………………………………………………………………………………….  

2.3 Tujuan……………………………………………………………………………………………  

2.4 Sasaran ………………………………………………………………………………………….

 

BAB III. PENUTUP……………………………………………………………………………………………. 

TUGAS 10 BAHASA INDONESIA : Kutipan Abstrak dan Daftar Pustaka

 

B. Maksud dan Tujuan

1. Maksud Penyusunan Rencana Strategis ini dimaksudkan untuk tersedianya dokumen perencanaan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan dalam kurun waktu lima tahun yang mampu beradaptasi dengan segala perubahan-perubahan lingkungan strategis.

2. Tujuan

a. Sebagai pedoman/acuan perencanaan yang konsisten sesuai dengan kebutuhan daerah dalam pelaksanaan program P4GN.

b. Tersedianya bahan evaluasi kinerja Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan.

c. Memudahkan pemangku kebijakan (stakeholder) dan instansi terkait berperan aktif untuk mencapai tujuan dan sasaran

 

                                                                                DAFTAR PUSTAKA

http://www.tugasku4u.com/2013/05/makalah-bahaya-narkoba-bagi-remaja.html
Effendi, Luqman, 2008. Modul Dasar-Dasar Sosiologi&Sosiologi KesehatanI. Jakarta: PSKM FKK UMJ. 

Kartono, Kartini, 1992. Patologi II Kenakalan Remaja. Jakarta: Rajawali. 

Mangku, Made Pastika, Mudji Waluyo, Arief Sumarwoto, dan Ulani Yunus, 2007. pecegahan Narkoba Sejak Usia Dini. Jakarta: Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia.

Shadily, Hassan, 1993. Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.

Soekanto, Suryono, 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persuda

Sofyan, Ahmadi, 2007. Narkoba Mengincar Anak Anda Panduan bagi Orang tua, Guru, dan Badan Narkotika dalam Penanggulangan Bahaya Narkoba di Kalangan Remaja. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.

Sudarman, Momon, 2008. Sosiologi Untuk Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

Syani, Abdul, 1995. Sosiologi dan Perubahan Masyarakat. PT DUNIA PUSTAKA JAYA.

 

TUGAS 9 : RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI SULAWESI SELATAN

 

A. Latar Belakang Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) di Indonesia merupakan masalah yang sangat mengkhawatirkan. Terutama pada remaja-remaja saat ini yang makin dekat dengan narkoba. Karena posisi Indonesia sekarang ini tidak hanya sebagai daerah transit maupun pemasaran Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif, melainkan sudah menjadi daerah produsen Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.

Hal ini dibuktikan dengan terungkapnya pabrik-pabrik pembuatan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif di Indonesia dan terungkapnya impor prekursor atau bahan pembuat Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif dalam bentuk besar dari luar negeri ke Indonesia. Karena saat ini letak Indonesia yang sangat strategis dan tidak jauh dari daerah segi tiga emas (Laos, Thailand, dan Myanmar) dan daerah Bulan Sabit (Iran, Afganistan, dan Pakistan) yang merupakan daerah penghasil opium terbesar di dunia, menjadikan Indonesia sebagai lalu lintas gelap Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.

Hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia pada tahun 2008, angka prevalensi penyalahguna narkoba nasional sebesar 1,99% dari penduduk Indonesia (3,6 juta orang) dan pada tahun 2015 akan mengalami kenaikan menjadi 2,8% (5,1 juta orang). Sedangkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Sulawesi Selatan pada tahun 2008 sebesar 1,80% dan meningkat menjadi 2,04% pada tahun 2010.

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang di Indonesia maupun Sulawesi Selatan terus naik. Sebuah angka mengejutkan dirilis Badan Narkotika Nasional (BNN), yaitu penyalahguna narkoba di Indonesia pada tahun 2008 sebanyak 3.362.527 orang dan meningkat menjadi 3.826.974 penyalahguna pada tahun 2010. Sedangkan penyalahguna narkoba di Sulawesi Selatan pada tahun 2008 sebanyak 103.849 orang, meningkat sebesar 14,72% pada tahun 2010 (121.773) penyalahguna. Angka ini melebihi dari rata-rata

 

 

 

penyalahgunaan narkoba tingkat nasional. Peningkatan ini di luar perkiraan karena pada tahun 2008, hanya diestimasikan mencapai 30.000-50.000 saja.

Peningkatan angka penyalahgunaan narkoba di Sulawesi Selatan karena kecenderungan dari masyarakat untuk mencoba-coba dan belum tahu bahayanya. Penyalahguna narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) di Sulawesi Selatan meningkat dari tahun ke tahun. Kasus penyalahgunaan narkoba mengalami pertumbuhan jumlah penyalahguna rata-rata 6% pertahun, yaitu tahun 2008 (103.849 penyalahguna), 2009 (110.999 penyalahguna), dan 2010 (121.773 penyalahguna), dan menjadi 125.730 penyalahguna (November 2011). Jika tidak tertangani dengan baik, maka akan meningkat menjadi 168.255 penyalahguna pada tahun 2015.

Trend penyalahgunaan narkoba di Sulawesi Selatan terjadi karena, 1)masih banyaknya problem masalah sosial, 2)masih rendahnya kemampuan ekonomi dari masyarakat masih rendah; 3)masih sulitnya membendung pengaruh-pengaruh yang timbul dari pergaulan di masyarakat terutama di usia remaja; 4)fasilitas belum memadai untuk rehabilitasi selama tiga tahun terakhir hanya mampu merehab tak kurang dari 100 orang; 5)belum adanya dukungan kelembagaan secara merata; 6)masih rendahnya penganggaran.

Rencana Strategis (RENSTRA) ini bersifat dokumen perencanaan jangka menengah dan mempunyai peran yang sangat penting terutama dalam penyusunan Rencana Kerja (RENJA) setiap tahunnya, sebagai dasar penilaian kinerja pimpinan beserta jajarannya dan menjadi acuan dalam menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).

Penyusunan dokumen ini tetap mengacu kepada Rencana Strategis Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia yang memuat Visi, Misi Pemerintah. Sebagai dokumen yang menjadi pedoman pelaksanaan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan, maka Rencana Strategis ini memuat Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Strategi serta Kebijakan yang selanjutnya diuraikan di dalam program, kegiatan dan komponen kegiatan.

 

 

B. Maksud dan Tujuan

1. Maksud

Penyusunan Rencana Strategis ini dimaksudkan untuk tersedianya dokumen perencanaan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan dalam kurun waktu lima tahun yang mampu beradaptasi dengan segala perubahan-perubahan lingkungan strategis.

2. Tujuan

a. Sebagai pedoman/acuan perencanaan yang konsisten sesuai dengan kebutuhan daerah dalam pelaksanaan program P4GN.

b. Tersedianya bahan evaluasi kinerja Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan.

c. Memudahkan pemangku kebijakan (stakeholder) dan instansi terkait berperan aktif untuk mencapai tujuan dan sasaran

C. Landasan Hukum

1. Undang–Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

2. Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional;

3. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika;

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004–2009;

5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2010 tentang Badan Narkotika Nasional;

6. Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor : PER/03/V/10/BNN tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Narkotika Nasional;

7. Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor : PER/04/V/2010/BNN tentang Organisasi dan Tata Kerja BNNP dan BNN Kabupaten/Kota;

8. Keputusan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor : KEP/7/X/2010/BNN tentang Rencana Strategis Badan Narkotika Nasional tahun 2010-2014.

 

Renstra BNNP Sulsel 2011-2014 3

 

9. Keputusan Kepala Badan Narkotika Nasional, Nomor: KEP/51/IV/2011/BNN tanggal 19 April 2011 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan di lingkungan Badan Narkotika Nasional;

10. Keputusan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor KEP/152 /IX/2011/BNN tanggal 20 September tentang Penunjukan dan Pengangkatan Kuasa Pengguna Anggaran Badan Narkotika Nasional Provinsi dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/ Kota TA. 2011.

 

TUGAS 7 KALIMAT EFEKTIF

BOROBUDUR

Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.[1] Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha.[2] Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.

TUGAS 6 KALIMAT EFEKTIF

Indonesia
            Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terbentang di garis khatulistiwa sepanjang 3200 mil (5.120 km2) terdiri atas 13.667 pulau besar dan kecil. Nama Indonesia berasal dari bahasa Yunani, yaitu Indo yang berarti Indoa dan Nesia yang berarti kepulauan. Indonesia juga merupakan 1/5 populasi terbesar di dunia dengan penduduk yang berasal dari ras Melayu dan Polinesia serta terdiri dari 300 suku dan cabangnya yang masing-masing suku memiliki tradisi sendiri. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, ibukota negara ialah Jakarta. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India.

Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi yang diikuti para pedagang yang membawa agama islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat. Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, “Bhinneka tunggal ika” (“Berbeda-beda tetapi tetap satu”), berarti keberagaman yang membentuk negara.

 

SUMBER : WIKIPEDIA

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 510 other followers