Just another WordPress.com site

BAB 1 Pengertian Hukum & Hukum Ekonomi

-Pengertian Hukum

Hukum adalah suatu sistem yang dibuat manusia untuk membatasi tingkah laku manusia agar tingkah laku manusia dapat terkontrol , hukum adalah aspek terpenting  dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan,  Hukum mempunyai tugas untuk menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat. Oleh karena itu setiap masyarat berhak untuk mendapat pembelaan didepan hukum sehingga dapat di artikan bahwa hukum adalah peraturan atau ketentuan-ketentuan tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur kehidupan masyarakat dan menyediakan sangsi bagi pelanggarnya.

-Hukum Ekonomi

Hukum ekonomi terbagi menjadi 2, yaitu:
a.) Hukum ekonomi pembangunan, yaitu seluruh peraturan dan pemikiran hukum mengenai cara-cara peningkatan dan pengembangan kehidupan ekonomi (misal hukum perusahaan dan hukum penanaman modal)
b.) Hukum ekonomi sosial, yaitu seluruh peraturan dan pemikiran hukum mengenai cara-cara pembagian hasil pembangunan ekonomi secara adil dan merata, sesuai dengan hak asasi manusia (misal, hukum perburuhan dan hukum perumahan).

-Contoh kasus

Blitar – Satu keluarga terdiri dari ibu, bapak dan anak menjadi spesialis pencuri ayam dan ikan milik tetangga. Pencurian ini dilakukan karena mereka terdesak ekonomi.

Pasalnya uang hasil menjadi kuli bangunan tidak mampu mencukupi 5 anaknya yang masih kecil. Pelaku, Zanuri (42), Marwiyah (40), pasangan suami istri dan anak nomor 3 DN (16) diamankan petugas dari Polsek Udanawu sata mencuri ayam di kandang, Minggu (14/4/2013) malam.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, ketiga tersangka selama ini telah meresahkan warga. Polisi yang mendapat laporan, langsung melakukan penyelidikan hingga berhasil meringkus ketiganya.

“Ini berkat kerjasama dan informasi dari masyarakat, setelah dilakukan penyelidikan, ternyata satu keluarga ini menurut istilah orang Jawa kuwuk. Artinya selalu mangambil barang milik tetangganya, tidak melulu ayam tapi juga ikan,” kata AKP Glensong Priyanto, kepada wartawan, Senin (15/4/13).

Kapolsek Udanawu ini menambahkan, dalam menjalankan aksinya, Zaenuri dan anaknya berperan sebagai eksekutor di lapangan. Sementara Marwiyah, bertugas menjual hasil curian ke penadah.

Modus operandinya, tersangka berpura-pura menjadi tukang strum ikan di malam hari sambil mengamati kandang sasaran pencurian. Dalam sekali menjalankan aksinya, mereka bisa membawa 20 sampai 30 ekor ayam petelur yang dimasukkan dalam karung.

Sementara pelaku, Zaenuri mengaku pencurian ini dilakukan karena hasil menjadi kuli bangunan tidak cukup memenuhi kebutuhan keluarga.

“Saya mencuri untuk memenuhi kebutuhan keluarga, karena hasil kerja saya tidak cukup untuk kebutuhan keluarga,” ujar Zaenuri saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Udanawu diamini istrinya.

“Saya mau melakukan ini karena untuk membeli susu anak saya yang paling kecil, umurnya 3 tahun. Karena suami saya penghasilannya sebagai kuli tidak bisa diandalkan,” imbuh Marwiyah polos.

Kini, ketiga tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi menjerat ketiganya dengan pasal tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

­-Sumber

http://news.detik.com/read/2013/04/15/144512/2220629/475/

-Komentar

Kebanyakan orang akan menjawab hukum di Indonesia itu yang menang yang mempunyai kekuasaan, yang mempunyai uang banyak pasti aman dari gangguan hukum walau aturan negara dilanggar. Orang biasa yang ketahuan melakukan tindak pencurian kecil langsung ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Sedangkan seorang pejabat negara yang melakukan korupsi uang milyaran milik negara dapat berkeliaran dengan bebasnya.

Kita bisa melihat dari contoh kasus diatas,pencuri memang patut dihukum dengan semestinya,tapi apakah hukuman selama 7 tahun itu sebanding dengan pencuri berdasi yang sekarang ini masih bisa merasakan kemewahan yang mereka dapatkan untuk memperkaya diri mereka sendiri?

Apa yang dilakukan Zaenuri memanglah cara yang salah,tapi Zaenuri melakukannya punya alasan yang kuat karna ingin menghidupi keluarganya bukan memperkaya dirinya sendiri..

Era reformasi sudah cukup lama berjalan namun sampai sekarang penegakan hukum memang sulit dilaksanakan. Hal ini terjadi karena masih banyak kendala- kendala yang harus di hadapi. Untuk itu diperlukan peran serta masyarakat dan pemerintah dalam penegakan hukum. Semoga perkembangan hukum di Indonesia semakin maju dan dapat berjalan dengan adil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s