Just another WordPress.com site

Softskill Bab 4 Kewiraswastaan dan Perusahaan Kecil

KEWIRASWASTAAN
Kewiraswstaan adalah kemampuan dan kemauan seseorang untuk beresiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu,uang,dan usaha untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikanya berhasil . Sedangkan wiraswatawan menunjuk kepada pribadi tertentu yang secara kualitatif lebih dari kebanyakan manusia pada umumnya yaitu pribadi yang memiliki kemampuan.
Ada 4 unsur dalam berwiraswasta yaitu
1. unsur pengetahuan
2. unsur keterampilan
3. unsur sikap mental
4. unsur kewaspadaan

LINGKUNGAN PERUSAHAAN
Pengaruh lingkungan terhadap perusahaan

Pengertian
lingkungan perusahaan merupakan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Sedangkan lingkungan memiliki arti mencakup semua faktor ekstern yang mempengaruhi individu,perusahaan,dan masyarakat. Faktor-faktor mencakup aspek-aspek ekonomi, politik,sosial.etika-hukum, dan ekologi atau fisik.

PERKEMBANGAN FRANCHISING DI INDONESIA

WARALABA
Waralaba menurut pemerintah indonesia adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan menggunakan hak dari kekeyaan intelektual atau pertemuan dari ciri khas usaha yang di miliki pihak lain dengan suatu imbalan, berdasarkan persyaratan yang di tetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa

JENIS-JENIS USAHA YANG POTENSIAL DIWARALABAKAN

1. Aladine kebab
franchise opportunities kebab makanan khas timur tengah yang lezat.
2. Apotek the medicine shopp
waralaba apotek dengan merk yang terkenal dalam skala internasional
3. Asian martabak jepang
martabak ini sangat berbeda dengan martabak pada umumnya. mereka menawarkan 5 jenis adonan  martabak.
4. Ayam bakar pondok as-salam
bisnis ayam bakar, bebek bakar yang mengutamakan kualitas rasa dan pelayanan yang prima.
5. Ayam goreng fatmawati
waralaba restoran semi fast food yang menyajikan berbagai masakan tradisional indonesia dengan menu andalannya ayam goreng kuning dan ayam bakar
sumber : http/franchise.indonesia.wordpress.com

CIRI-CIRI PERUSAHAAN KECIL
Ciri-ciri perusahaan kecil dan menengah di indonesia secara umum adalah :
a. Management berdiri sendiri, dengan kata lain tidak ada pemisah yang tegas antara pemilik dengan pengelola perusahaan
b. Modal disediakan oleh seseorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik modal
c. Ukuran perusahaan baik dari segi total aset, jumlah karyawan,dan sarana prasarana yang kecil
SUMBER :HTTP//id.shvoong.com/social-sciences/economiecs/2037090

KELEMAHAN PERUSAHAAN KECIL
Usaha kecil sering kali menghadapi berbagai masalah terkait skala usahanya . Penyebab kebangkrutan yang umumnya pemilik usaha kecil tidak dapat memperoleh dana yang mereka butuhkan. Hal ini sering kali lebih sebagai akibat dari perencanaan yang buruk,daripada akibat kondisi ekonomi.Telah menjadi antara umum bahwa pengusaha kecil harus mempunyai akses selumlah uang yang setidaknya sama dengan proyeksi pendapatan 1 tahun pertama sebagai antisipasi pengeluaran
Sumber : Wikipedia. http//mybusinessbloging.com//enterpreneur/2008/01/05/keuntungan-dan-permasalahan-usaha kecil/

PENYEBAB KEGAGALAN PERUSAHAAN KECIL
Dalam perjalanan kehidupan perusahaan banyak sering kali rintangan yang mesti di hadapi. Teru kalau ada perusahaan yang gagal biasanya disebabkan oleh;
1. Keterampilan manajerial yang kurang
2. Situasi perekonomian
3. perusahaan yang sudah tua.
Sumber :http//dikkyprima.wordpress.com

PERBEDAAN ANTARA KEWIRAUSAHAAN DAN BISNIS KECIL
Wirausahawan menciptan sebuah bisnis baru dalam menghadapi resiko dan ketidakpastian untuk tujuan mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan mengidentifikasi peluang signifikan dan sumber daya yang di perlukan
SUMBER: HTTP//id.wikipedia.org/wiki/wirausahawan
Bisnis kecil adalah bisnis  yang menghasilkan uang untuk sebatas nencukupi kebuhan sehari-hari

 

 

 

 

 

 

 

 

Wirausaha di Indonesia Baru 0,2%

BANDUNG, (PR).-

Dari 230 juta jiwa penduduk di Indonesia, baru sekitar 0,2 persen yang menjadi wirausaha. Idealnya, wirausaha dalam suatu negara adalah dua persen dari jumlah penduduk. Untuk mencapai angka terse-but, salah satunya dapat dilakukan melalui bisnis ritel. Pelaku usaha tersebut tidak hanya mendapat pekerjaan, tetapi menciptakan lapangan kerja.

Hal tersebut diungkapkan Rektor Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (Unibi) Ir. Bob Foster, M.M., pada seminar nasional dengan tema “Perkembangan Bisnis Ritel di Indonesia” di Kampus Unibi, Jln. Purnawarman, Kota Bandung, Kamis (22/7).

Bob menegaskan, pendidikan wirausaha perlu diberikan kepada siswa SMA/SMK juga mahasiswa, bahkan di sekolah dasar. Dengan demikian, setelah lulus sekolah atau kuliah,mereka sudah tahu harus melakukan dan membuat apa.

“Selama ini, 99 persen mindset mereka setelah lulus adalah mencari kerja,” ujarnya. Jika semua orang hanya mencari kena, tanpa terbesit dalam benaknya untuk menciptakan lapangan usaha, Bob memprediksi, banyak pengangguran-penganguran baru akan lahir.

Terlebih, sejak perdagangan bebas ASEAN-Cina (ACFTA). Dengan banyaknya masuk barang Cina, kini industri manufaktur di Indonesia menurun. “Kini trading,” ucapnya.

Bob menambahkan, dengan ACFTA, diperlukan inovasi yang unik dari setiap orang. Selain itu, dibutuhkan kemampu-an untuk menjadi wirausaha. Sangat prospektif

Bob mengatakan, bisnis ritel di Indonesia sangat prospektif. Alasan tersebut, menurut dia, berdasarkan potensi alam, juga sumber daya manusia yang memungkinkan untuk meiaku-kan usaha itu di Indonesia. Selain itu, bisnis ritel jarang tergoyahkan.

Dalam pelaksanaannya, pelaku usaha harus memperhatikan hubungan pelanggan, eku- . itas merek. Misalnya, di pasar swalayan, kata Bob, ekuitas mereknya lebih ditentukan oleh persepsi pelanggan terhadap kualitas dan asosiasi merek tersebut.

Ucapan Bob itu diamini Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Rudy R.J. Sumampouw. Menurut dia, bisnis ritel merupakan langkah tepat yang dapat dilakoni saat ini.

“Pada krisis ekonomi 1997 dan 2008, bisnis ritel tidak tumbang, tetapi tumbuh. Walaupun angka pertumbuhannya sedikit. Itu membuktikan bahwa bisnis ritel menjanjikan,” ucap Rudi.

Bahkan, saat krisis, bisnis ritel memiliki peran penting. Banyak orang yang lebih memilih berbelanja di toko ritel. Selain ketersediaan barangnya beraneka ragam, harganya pun relatif lebih murah.

Maraknya minimarket, ungkap Rudi, itu pertanda bahwa masyarakat sudah banyak yang melirik bisnis ritel. Walau demikian, ia mengingatkan, dalam pelaksanaannya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama lokasi. Selain modal, tempat sangat menentukan untuk jenis usaha ini. (CA-o6)”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s